Pekerjaan Cv.Aura Karya Kontruksi Disoroti Warga, Lokasi Di Ralla Kec.Tanete Riaja Kab.Barru

WARTASULSEL.COM: BARRU- Terkait pekerjaan proteksi rumaja ruas poros pekkae - batas soppeng yang dilaksanakan CV.Aura Karya Kontruksi beberapa waktu. Dengan nilai kontrak Rp.199.850.000 diduga melanggar bestek dan pekerjaan asal-asalan. Ini diungkapkan oleh salah seorang warga yang tinggal disekitar lokasi pekerjaan.

 Lokasi proyek tepat di Ralla Kelurahan Lompo Riaja Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru,sekitar 100 meter dari kantor Camat dan Lurah,Juga sekitar 50 meter dari rumah Anggota DPRD Barru yang hampir setiap hari melihat proses pekerjaan,pengawasan dan keluhan warga perlu diperhatikan terkait proyek tersebut meskipun jalur provinsi.

Warga yang akrab disapa Bang Haeru ini menuturkan,kinerja pelaksana peroyek tersebut dinilai asal-asalan, intinya ini dikerja supaya air yang tergenang bisa cepat mengalir keluar kesungai kenyataannya sawah masih tergenang air, juga penyebabnya sisa pembongkaran dibuang kedrainase hingga tertimbun, pondasi sayap bangunan sebelumnya dibongkar dan tidak di pondasi kembali hingga saat ini tanah pembongkaran kembali masuk ke bawah pelat dekker,dan merugikan sekali kedua pemilik rumah dan warga yang ada disamping pekerjaan peroyek tuturnya pada selasa (28/11/2017) dikediamnya 2 meter dari lokasi.

 Situasi lokasi proyek saat itu tidak ada lagi kegiatan hanya satu alat berat yang standby warga hawatir hanya pekerjaan sampai disitu saja.

 Peran Camat dan Lurah sangat penting bagi suatu wilayah, khususnya bagi aspirasi masyarakat,Kecamatan kelurahan sebagai organisasi pemerintahan yang paling dekat dan berhubungan langsung dengan masyarakat merupakan salah satu ujung tombak bagi warga jika ada hal seperti yang disampaikan Bang H.

 “Jangan sampai ada opini negatif terkait kinerja tersebut, sebab ini menyangkut anggaran yang dikeluarkan oleh negara,jika memang hal terkait melakukan pelanggaran maka diminta pihak Kejaksaan dan Tipikor untuk meninjau lokasi dan memperoses yang terkait dengan peroyek tersebut.

 proyek diduga terindikasi melanggar Peraturan Pemerintah (PP) RI No.29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Pada bagian kelima memuat tentang Kegagalan Pekerjaan konstruksi, bunyi pasal 31, 32, 33, dan 34, adalah; Pasal 31, Kegagalan konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak kerja konstruksi baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna jasa atau penyedia jasa.

 Hal ini menyangkut uang yang dikucurkan oleh negara, apabila kontraktor pelaksana bekerja tidak sesuai dengan aturan yang tertera dalam kontrak, maka pihak terkait seakan merestui pelanggaran tersebut, diduga telah terjadi kemufakatan pihak pemberi dan pelaksana proyek.

 Awak media sebagai penyampai suara rakyat, mengharapakan kepada pihak berwenang untuk segera turun tangan mengusut dan menindak lanjuti dugaan tersebut yang merugikan warga dan negara.(hsm)