Film Hujan Bulan Juni Adalah Film Romantis Yang Di Penuhi Puisi

INDONESIASATU.CO.ID, JAKARTA ;   Film Hujan Bulan Juni bergenre drama romantis diproduksi oleh PT. Kharisma Starvision Plus  dan Sinema Imaji akan ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 November mendatang. Film ini menghabiskan biaya produksi yang cukup tinggi, melampaui beberapa film lain yang diproduksi oleh Starvision.

Film ini mengambil syuting di beberapa kota di Sulawesi Utara dan Negara Jepang ini, menghadirkan aktor dan aktris berbakat, yaitu ; Adipati Dolken ,Velove Vexia, Baim Wong, Surya Saputra, Koutaro Kakimoto, Ira Wibowo, Sundari Soekotjo, Jajang C Noer, dan masih banyak lainnya. Film Hujan Bulan Juni dijadwalkan akan tayang perdana pada 2 November 2017

Proses pembuatan film ini sendiri diakui Parwez menghabiskan waktu yang cukup lama, setidaknya dari awal pembuatan sampai tahap pos-produksi saat ini telah menghabiskan waktu sekitar 11 bulan.

Lengkap keindahan HUJAN BULAN JUNI dengan lokasi suting terbentang mulai dari iconic kampus Universitas lndonesia, Universitas Sam Ratulangi, eksotisme Manado, hingga cantlknya bunga sakura terakhir jelang bulan Jum di Sapporo, Jepang. DIdukung Juga oleh lagu tema berjudul 'Hujan Bulan Junl’ yang dIbuat khusus dengan an darl puismya, dan dinyanylkan oleh Ghaitsa Kenang, ditambah satu lagu pengiring adegan berjudul 'Memulai Kembali’ yang dinyanyikan oleh Momta Tahalea,ujar Chand Parwez Servia pada  saat prescon di Mall Episentrum,Senin(24/10)

Petikan isi novel Sapardi yang disisipkan kedalam film ini..

"Hujan di bulan Juni"

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


Sinopsis Resmi Film Hujan Bulan Juni

Berdasarkan novel HUJAN BULAN JUNI karya Sapardi Djoko Damono.

Pingkan (Velove Vexia), dosen muda Sastra Jepang Universitas Indonesia, mendapat kesempatan belajar ke Jepang selama 2 tahun. Sarwono (Adipati Dolken) nelangsa mendengar kabar ditinggal Pingkan, yang selama ini hampir tidak pernah lepas dari sampingnya.

Sarwono ditugaskan Kaprodinya untuk presentasi kerjasama ke Universitas Sam Ratulangi Manado. Sarwono pun membawa Pingkan sebagai guide-nya selama di Manado. Pingkan bertemu keluarga besar almarhum ayahnya yang Manado. Ia mulai dipojokkan oleh pertanyaan tentang hubungannya dengan Sarwono. Apalagi kalau bukan masalah perbedaan yang di mata mereka sangat besar. Bukannya Pingkan (dan Sarwono) tidak menyadarinya. Mereka sudah terlanjur nyaman menetap bertahun-tahun di dalam ruangan kedap suara bernama kasih sayang.

Apakah ini akan jadi perjalanan perpisahan mereka?.

(Rika)