Budaya Gotong Royong Masih Melekat pada Warga Parenring Desa Mattirowalie Kec.Tanete Riaja Kab.Barru.

WARTASULSEL.COM: BARRU - Kegiatan "Mappatettong Bola Aju"(mendirikan rumah panggung) membutuhkan tenaga manusia yang banyak untuk membantu mendirikan rumah kayu saat berdiri baris perbaris jejeran kayu yang sudah dikerjakan oleh tenagah ahli tradisional/tukang kayu yang secara alamiah membutuhkan tenaga manusia.

 Hal tersebut,gotong royong disini merupakan bentuk saling membantu antar sesama manusia,oleh karena itu hal ini termasuk kedalam pengamalan pancasila sila ke 5, daerah ini masih paham dan mengamalkan tentang kentalnya budaya gotong royong di Parenring Desa Mattirowalie kec.tanete Riaja Kab.Barru.(16/11/2017)

 Bunyi sila ke 5 adalah "Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia" Keadlilan disini adalah bentuk tidak membeda-bedakan sesama,dalam gotong royong semua manusia bersama saling membantu dan memperkuat persatuan tanpa dibeda-bedakan dengan kata lain semua dilakukan dengan adil dan tidak ada istilah memilih dan dipilih karena semua hak manusia sama. 

 Awak media menjumpai kegiatan itu di Kampung parenring, "jika melakukan hal itu warga berbondong bondong membantu dengan berbagai tugas yang dilakukan tanpa ada imbalan vulus"ungkap pemuda Agus coek.

 Kehadiran warga dari berbagai latar belakang membantu, ada dari kepolisian,pns,guru,petani,pengangguran,peternak,kadus dll.

 Maka kampung itu masih dikategotikan sikap gotong royong dalam pancasila sila ke 5 masih dipegang teguh dengan ikatan budaya "situlung"(membantu) yang diikat dengan tali budaya bugis Barru.(hsm)